Tri Suci Waisak 2555 BE

PERAYAAN TRI SUCI WAISAK 2555 BE (2011)
Kelahiran Sidharta Gautama (Sang Buddha), Pencerarahan agung yang dicapainya, wafatnya terjadi pada purnama dibulan Waisak, : adalah tiga peristiwa mulia yang bertepatan waktunya (Tri Suci Waisak). detik-detik waisak 2555 BE atau purnama sidi yaitu saat posisi bulan purnama penuh jatuh pada tanggal 17 Mai 2011 pada pukul 18.08.23 wib.  prosesi berulang-ulang dari pagi, siang dan malam hari, dimulai dari candi mendut hingga berakhir dengan prosesi Pradaksina dan pelepasan lampion ke udara di Candi Borobudur. semua aliran berarak-arakan menuju Candi Borobudur, yang seolah-olah Candi Borobudur adalah muara dari segala aliran.
nilai ke-Buddhaan dalam diri setiap manusia hanya dapat dicapai dengan hati yang sempurna, semua orang memiliki benih kearifan, kesadaran, dan kasih sayang, itulah benih-benih ke-Buddhaan.  semua orang punya kapasitas untuk bersentuhan dengan Buddha yang ada dalam dirinya, karena siapa saja yang mempunyai kemampuan untuk menjadi sadar bisa mencapai ke-Buddhaan.  oleh karena itu, setiap manusia tidak boleh salah dalam mengarahkan hati.  “Hanya dengan hati yang benar, setiap manusia bisa mengembangkan diri seperti Buddha”, kata Ketua Widya Kasaba Dewan Sangha Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Bhiksu Tadisa Paramita Mahastavira dalam renungan waisak yang disampaikan dihadapan ribuan umat Buddha dalam perayaan Tri Suci Waisak 2555  (2011),  menjelang detik-detik waisak di candi borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (17/5).

Advertisements

About this entry